2018 : MENGUBAH VINASSE, LIMBAH CAIR INDUSTRI BIOETANOL, MENJADI PENYUBUR TANAH KOMERSIAL

Dr. Dra. Enny Zulaika M.P.
Dr.rer.nat., Ir. Maya Shovitri M.Si
Nur Hidayatul Alami S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

RINGKASAN Dalam skala industry, produksi bioethanol berbanding terbalik dengan limbah cair vinasse hingga mencapai rasio 1 : 9 (bioethanol : vinasse). Pembuangan limbah cair vinasse ke lingkungan, dapat memberikan dampak negatif yaitu antara lain muncul gas hydrogen sulfide (H2S) yang berbau, bersifat sangat asam dan beracun untuk biota yang ada dalam lingkungan tersebut, sehingga mencari alternatif pemanfaatannya adalah penting. Salah satu alternative tersebut adalah menjadikannya sebagai pembawa biofertilizer yang bernilai ekonomis namun berpotensi komersial. Zat pembawa biofertilizer adalah zat pembawa konsorsia mikroorganisme yang dapat meningkatkan kesuburan tanah secara hayati dan ramah lingkungan. Aktivitas biologis mikroorganisme pada biofertilizer dapat meningkatkan kesuburan tanah, karena mikroorganisme tersebut menangkap (N-fixer), melarutkan fosfor (P-solubilizer) dan kalium (K-solubilizer). Mengetahui bahwa limbah cair vinasse berlimpah di lingkungan dan biofertilizer berpotensi sebagai pupuk hayati yang ramah lingkungan, maka tujuan penelitian ini adalah mengubah vinase limbah cair industri bioetanol menjadi penyubur tanah komersial. Penelitian ini perupakan pekerjaan yang melibatkan 3 sisi strategis yang berbeda namun memiliki visi dan misi yang searah menuju pelindungan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. - Strategis pertama adalah Pusat Studi Permukiman, Lingkungan Hidup dan Infrastruktur, LPPM ITS mengembangkan roadmap penelitian yang mengarah pada pengembangan teknologi pengolahan limbah cair domestic dan industry menuju perlindungan dan pelestarian lingkungan. - Strategis kedua adalah Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi, Jurusan Biologi memiliki koleksi isolat bakteri tanah yang mampu mendegradasi limbah organik karbohidrat, protein dan lemak. Isolate tersebut dapat ditingkatkan pemanfaatannya menjadi agen biofertilizer. - Kemudian strategis ketiga adalah Lab Mikrobiologi dan Bioteknologi menjalin kerjasama secara inkind dengan sebuah perusahaan bioethanol yang menghasilkan limbah cair vinasse. Gabungan 3 strategis tersebut maka hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi produk biofertilizer dengan zat pembawa vinasse yang bernilai ekonomis dan komersial yang mudah diaplikasikan ke lahan pertanian agronomis dan bersifat ramah lingkungan. Tahap awal dari proses panjang untuk mencapai tujuan tersebut adalah penelitian ini akan mengeksplorasi 1). bakteri tanah yang berpotensi sebagai biofertilizer, 2). kemampuan vinasse sebagai bahan pembawanya, dan 3). respons pertumbuhan tanaman uji terhadap aplikasi biofertilizer tersebut. Kata kunci : vinasse, pembawa biofertilizer, bakteri tanah