2017 : SISTEM MONITORING JUMLAH UDANG DENGAN OPTIMASI SINYAL MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENENTUAN JUMLAH PAKAN SECARA REAL TIME

Ir. Syamsul Hadi MT.
Ir. Suhariyanto MT.
Dr. Ir. Bambang Sampurno MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Persoalan utama dalam budidaya udang termasuk udang vanamei adalah penentuan jumlah pakan. Kesalahan dalam menentukan jumlah pakan akan berakibat kerugian besar pada para petambak, karena biaya pakan memiliki porsi sebesar 60-70% dari total biaya produksi (PPI, 2015). Apabila pemberian pakan melebihi kebutuhan makan udang (over feeding) maka terjadi penambahan biaya produksi, disamping itu dengan berlebihnya jumlah pakan akan meningkatkan jumlah senyawa organik dan protein di dalam tambak. Kondisi ini memiliki potensi terjadi kematian pada udang. Sebaliknya, apabila pemberian pakan ternyata kurang dari kebutuhan, maka perumbuhan udang akan lambat sehingga Break Even Point (BEP) sulit tercapai. Sedangkan untuk menentukan jumlah udang bukan pekerjaan mudah karena udang vanamei berada pada kedalaman sekitar 70 cm dari permukaan air di tambak dengan pergerakan sangat dinamik. \nPT Pyramide Paramount Indonesia yang merupakan mitra penelitian dalam menentukan jumlah pakan berdasarkan estimasi dengan cara mengambil sampling di beberapa lokasi kemudian di multiplikasi sesuai luas tambak. Metode ini relatif sederhana namun seringkali tidak akurat, sehingga mitra mengalami kerugian sampai milyaran rupiah. Sementara itu Xpertsea (2016) suatu perusahaan software yang bermukim Kanada membuat alat monitoring benih udang dengan menggunakan image processing. Metode ini cukup akurat namun hanya bekerja pada kondisi static. Hosseinpour (2014) juga sudah melakukan penelitian tentang image processing. Pendekatan image processing berdasarkan kombinasi dari transformasi Radon, transformasi pseudo Fourier-Mellin, dan dimensi fraktal berbasis spektrum Fourier. Penelitian ini dilakukan untuk menghilangkan efek yang tidak diinginkan dari sampel struktural dan perubahan posisi pada fitur gambar. Gambar yang diperoleh dilengkapi dengan perpendicular dual-view computer vision system (CVS). Pada sistem in-line CVS dilengkapi dengan algoritma pengolahan gambar untuk proses monitoring dan pengendalian kualitas produk selama proses pengeringan terhadap parameter tekstur visual. Kekurangan dari penelitian ini adalah pengambilan gambar masih secara manual dan tidak bisa monitoring secara jarak jauh. Liu Z. et al (2017) telah merancang instrument pendeteksi yang akurat dalam penentuan jumlah udang di tambak. Penelitian ini menggunakan pendekatan image segmentation recognition-based dengan menggunakan purning algorithm dan berhasil memisahkan udang dengan hit rasio rata-rata 90,94% dengan rata-rata standar deviasi 0,065. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma yang diterapkan efektif untuk memisahkan udang. Namun metode yang digunakan dalam kondisi statik tidak mobile. \nMengacu pada permasalahan tersebut, maka dirancang instrumen pendeteksi jumlah udang di tambak secara real time. Monitoring secara mobile menggunakan miniatur kapal tanpa awak yang dilengkapi kamera. Kamera digunakan untuk mendeteksi obyek yang bergerak yang berfungsi sebagai image sensing. Sinyal yang terdeteksi diproses menggunakan digital filtering dengan metode wavelet/FFT. Selanjutnya hasil signal processing dilakukan otimasi dengan jaringan syaraf tiruan untuk memperoleh citra yang terbaik. Hasil optimasi tersebut ditangkap oleh layar Handphone melalui komunikasi berbasis android. Melalui penelitian ini diharapkan menghasilkan prototipe alat pendeteksi jumlah udang yang akurat, makalah ilmiah yang dikirimkan ke jurnal internasional terindeks scopus dengan judul “Application of signal image processing by wavelet filter to count shrimp number”. Mengingat sampai saat ini belum ada instrument pendeteksi jumlah udang secara akurat dan mobile, maka memiliki peluang untuk memperoleh HAKI dengan berjudul “Alat pendeteksi jumlah udang mobile & akurat”\nKata kunci : Vanemei, image processing, jaringan syaraf tiruan, mobile dan real time\n