2019 : FABRIKASI SEL SURYA PEROVSKIT (PSC) BERBASIS KALSIUM TITANAT (CaTiO3) DAN ANALISIS EFEK PENAMBAHAN PEDOT/PSS SEBAGAI HOLE TRANSPORT MATERIAL PADA EFISIENSI DAN STABILITAS SEL SURYA

Diah Susanti ST.,MT.,Ph.D

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pembangkit listrik di Indonesia yang digunakan saat ini masih bersumber dari bahan bakar fosil terutama batubara. Penggunaan bahan bakar fosil yang terus meningkat akan menguras cadangan batubara nasional, jika tidak ditemukan cadangan batubara baru maka diproyeksikan cadangan batubara dengan akan habis pada tahun 2048. Memproduksi energi listrik dari energi surya merupakan salah satu solusi alternatif yang efektif. Saat ini terdapat tiga jenis tipe atau generasi dari teknologi sel surya dengan terus memperbarui teknologi yang ada. Generasi pertama dan kedua masih memiliki beberapa kerugian. Penelitian pada generasi ketiga dengan menggunakan material-material selain silikon yaitu nanomaterial, bahan organik dan lainnya sedang dikembangkan dengan menggunakan Perovskite Solar Cells (PSC). Aplikasi dari perovskite berbasis material grafena memiliki efisiensi 15,6 %. Material yang digunakan ialah CaTiO3 sebagai substitusi. Namun kelemahannya yaitu Ketidakstabilan perovskite relatif tinggi pada kelembapan dan panas, ditunjukan pada mudahnya material perovskite tergradasi. Sehingga perlu dilakukan penambahan material untuk melindungi dan mengurangi degradasi dari perovskite yaitu dengan menambahkan material PEDOT/ PSS. PEDOT/PSS dapat melindungi permukaan lapisan dan mendorong ikatan kristal pada proses kristalisasi, sehingga terbentuk gabungan kristal PEDOT/PSS. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengembangan sel surya generasi ke-3 yaitu Perovskite Solar Cell(PSC) berbasis material perovskite kalsium titanat (CaTiO3) dikombinasi dengan PEDOT:PSS. PEDOT/PSS merupakan material yang berfungi sebagai hole transport material dan inverted structure paa Perovskite Solar Cell (PSC).