2019 : Pengaruh Suhu Pemadatan terhadap Karakteristik Hasil Uji Marshall pada Campuran Perkerasan Jenis Hot Rolled Sheet-Base (HRS-BC) dengan Penambahan Limbah Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET)

Machsus S.T.,M.T.
Mohamad Khoiri ST., MT., Ph.D
Amalia Firdaus Mawardi ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Akhir-akhir ini, banyak penelitian yang memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan tambahan campuran aspal. Akan tetapi, dibutuhkan suhu 200°C agar sampah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan aspal tersebut homogen. Pada saat pelaksanaan di lapangan, tidak mungkin mempertahankan suhu tersebut. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui pengaruh pencampuran pada suhu yang tidak terlalu tinggi terhadap karakteristik hasil uji Marshall. Dalam penelitian ini lapisan aspal yang digunakan merupakan Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) yang biasa digunakan untuk tingkat lalu lintas sedang dengan 5.000-10.000 kendaraan/hari. Kadar aspal yang digunakan yakni 7,3%. Kadar limbah botol plastik yang digunakan yakni 5% dari total berat aspal. Suhu pemadatan yang digunakan yakni 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, dan 180°C. Penelitian ini menggunakan komposisi agregat dari penelitian Khoiri, (2018) yang mengacu pada spesifikasi umum PU Bina Marga Revisi 3, serta melakukan pengujian Marshall. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode basah, dimana PET dicampurkan ke dalam aspal panas. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan dalam 2 tahap, yakni pembuatan benda uji tanpa penambahan PET dan dengan penambahan PET. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui karakteristik hasil uji Marshall pada suhu pemadatan optimum dengan variasi suhu pemadatan 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, dan 180°C.