2021 : Analisis Sistem Panas Bumi Menggunakan Metode Magnetotellurik 2D dan Pemodelan 3D (Studi Kasus: Gunung Parakasak, Banten)

Dr.rer.-nat. Eko Minarto S.Si, M.Si

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai distribusi Resistivitas dari hasil penampang 2D metode eksplorasi Magnetotelluric (MT) yang terukur di daerah pegunungan Banten, mengetahui model 3D dari hasil inversi 2D data Magnetotelluric (MT), mengetahui total daya yang ada pada sistem panas bumi gunung Parakasak, dan menganalisis titik upflow dan outflow pada sistem panas bumi gunung Parakasak. Penelitian ini menggunakan data Magnetotellurik (MT) dan data Time Domain Electro Magnetic (TDEM) yang berada di Pegunungan Banten, 100 Kilometer ke arah barat Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data MT di Sintesa Banten Geothermal yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan. Data MT yang didapat berupa RAW data, laporan Geologi, dan laporan Geokimia. Data MT beserta data TDEM ini selanjutnya akan diolah menggunakan beberapa software dan dihasilkan penampang model lapisan bawah permukaan 2D dengan ditambahkan topografi atau elevasi untuk menghasilkan model 2D sesuai kondisi lapangan. Selanjutnya, hasil inversi 2D ini akan dibuat pemodelan 3D untuk mendapatkan gambaran penampang yang lebih realistis. Metode inversi yang digunakan pada inversi kali ini adalah forward modelling. Digunakan data pendukung yaitu laporan geologi dan geokimia. Dari seluruh data tersebut maka akan didapat gambaran penampang bawah tanah, total daya yang dimiliki, dan titik upflow dan outflow dari gunung Parakasak Banten. Hasil dari proses inversi dan pemodelan kali ini menunjukkan struktur yang sistematis dari sumber panas, reservoar, hingga batuan penudung sehingga menunjukkan adanya suatu sistem panas bumi di Gunung Parakasak