2020 : Apakah Ventilasi Justru Memperburuk Kualitas Udara Dalam Ruang?

Arie Dipareza Syafei ST., MEPM

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Polusi udara dalam ruangan adalah suatu hal yang harus menjadi perhatian karena kita hampir setiap saat ada di dalam ruang, terlebih lagi ketika di dalamnya ada aktivitas penyebab polutan. Efek pencemarannya bisa dirasakan secara langsung seperti iritasi pada mata, hidung hingga tenggorokan, bahkan alam jangka waktu lama dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, penyakit jantung dan kanker. Selama ini polusi udara dalam ruangan seperti PM2.5 dan PM1 umum disebabkan oleh aktivitas penghuni seperti memasak, membersihkan kamar dan aktivitas merokok oleh penghuni. Banyak diuraikan oleh literatur bahwa ventilasi membantu mengurangi polutan. Menariknya, ada literatur yang justru menjelaskan sebaliknya bahwa ventilasi justru memperburuk kualitas udara, dan penelitian pendahuluan kami di beberapa apartemen memperkuat asumsi itu. Hal ini tentu mengejutkan dan memerlukan penelitian lebih lanjut, faktor apakah yang menyebabkan fakta tersebut. Untuk itulah kami mengumpulkan data polutan di beberapa apartemen, mengukur secara kontinu 24 jam, mencatat waktu ventilasi (buka jendela) serta aktivitas penghuni dan konfigurasi interior. Data diperoleh dengan pengukuran dan wawancara. Adapun polutan yang diukur adalah PM1 dan PM2.5 (partikulat berukurang kurang dari 1 dan 2,5 µm). Model yang digunakan adalah pendekatan multilevel dengan tiga model. Temuan ini dapat menunjukkan juga pentingnya menyesuaikan waktu buka tutup jendela dan kapan waktu yang tepat untuk memasak untuk menghindari akumulasi partikel halus di dalam ruangan. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui konsentrasi di luar ruang secara kontinyu di dekat apartemen untuk memperkuat hasil dari studi ini. Hasil akhir yang diharapkan adalah sebuah rekomendasi pola aktivitas dalam ruangan yang informatif dan edukatif bagi penghuni, informasi kualitas udara dalam ruangan serta kelayakan fasilitas serta perabotan dalam ruangan dimana harapan kami adalah dapat menjadi referensi desain apartemen (jangka pendek) maupun rumah (dalam penelitian lanjutan, jangka panjang) yang baik demi terjaganya kesehatan dan kenyamanan penghuni.