2020 : Penilaian Aksesibilitas Bandara Yogyakarta International Airport dan Adi Soemarmo Dengan Metode Multiple Airport Regions

Ir. Ervina Ahyudanari ME, PhD

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Bandar Udara Internasional Yogyakarta adalah dimaksudkan menggantikan peran bandara Adisutjipto Yogyakarta yang kondisi sudah cukup padat. Bandara ini akan melayani beberapa kota atau kabupaten yang jaraknya cukup jauh. Sementara ini pengguna bandara harus menggunakan kendaraan pribadi dan menggunakan jarimgam jalan yang tersedia untuk mencapai Bandara baru di daerah Kulon Progo. Akses bandara cenderung berkembang dan tata guna lahan di sepanjang akses akan berubah pula. Perubahan tata guna lahan ini menjadi pusat tarikan maupun bangkitan kendaraan yang akan menambah volume lalu lintas di akses bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Penelitian aksesibilitas ini akan dirumuskan dalam tiga masalah utama, yaitu demand, perubahan tata guna lahan dan perubahan travel time. Terkait masalah ke tiga, yaitu travel time, akan dianalisis juga kemungkinan perpindahan penumpang ke bandara AdiSumarmo. Langkah dalam pengerjaannya, pertama memperkiraan demand dari wilayah yang tercakupi layanan bandara. Setelah didapat wilayah demand terbesar, akses dari wilayah tersebut ke bandara akan diteliti pengaruh perubahan tata guna lahan di sekitar ruas jalan terpadat menuju bandara dan perubahan travel time akses jalan yang dilalui untuk menuju bandara apabila ditinjau berdasarkan perubahan tata guna lahan. Untuk persaingan dan kemungkinan perpindahan penumpang ke bandara Adisumarmo, digunakan analisis Multiple Airport Region (MAR). Analisis ini meninjau aksesibilitas darat dan udara dari kedua bandara yang berdekatan. Untuk menganalisis permasalahan diatas diperlukan data-data seperti, jumlah penduduk, PDRB kabupaten, travel time, standar angka bangkitan, luas tata guna lahan, pertumbuhan tata guna lahan, panjang ruas jalan, pertumbuhan lalu lintas, data rute penerbangan dan frekuensi masing-masing rute pada masing-masing bandara. Hasil dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan yang akan menjadi gambaran kondisi akses jalan ke bandara dimasa yang akan datang. Dengan mengetahui gambaran kondisi tersebut, diharapkan ada penelitian lebih lanjut mengenai aksesibilitas dengan mencari solusi kondisi akses jalan ke bandara di masa yang akan datang juga adanya tindakan dari beberapa pihak atau instansi terkait membuat kebijakan yang dapat memperlancar perjalanan pengguna bandara.