2020 : Pengembangan "TopAR" Prototype Simulator Permukaan Bumi 3D Topography Surface Dengan Teknologi Augmented Reality

Agung Budi Cahyono ST.,M.Sc. DEA
Husnul Hidayat S.T., M.T.
Udiana Wahyu Deviantari ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi visualisasi yang saat ini banyak dikembangkan dalam bidang game, hiburan, maupun teknologi. Dalam bidang pendidikan, teknologi augmented reality masih belum terlalu banyak penggunanya. Saat ini masih belum banyak alat peraga yang dapat menggambarkan secara real bagaimana bentuk dan pola permukaan bumi. Setidaknya yang ada saat ini dengan animasi video maupun gambar dalam bentuk 2D. Kemampuan berfikir spasial - seperti menggambarkan bentuk, posisi, dan orientasi objek; membuat dan membaca peta; dan memvisualisasikan proses dalam tiga dimensi - sangat penting untuk memahami proses kompleks yang terjadi di Bumi (NRC, 2006). Meskipun penting, mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam berpikir spasial dan menghadapi tantangan seperti skala pemahaman, simbologi, dan bagaimana menghubungkan representasi dua dimensi (2D) dengan rekan tiga dimensi (3D) mereka (Chang et al., 1985; Ishikawa dan Kastens, 2005; Liben dan Titus, 2012). Pendidik telah menggunakan berbagai model - model fisik, virtual, dan augmented reality (AR) - dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir spasial. Model fisik seperti peta relief dan sandbox telah terbukti meningkatkan pemahaman peta topografi, membantu mahasiswa memahami hubungan antara representasi 2D dan objek 3D, dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa (Lord, 1985; Feldman et al., 2010; Kuehn 2012; Atit et al., 2015). Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk mengembangkan prototype media pembelajaran berupa sebuah simulator visualisasi 3D dengan model kotak pasir (sandbox) untuk mengajarkan konsep ilmu bumi. Kotak pasir (sandbox) augmented reality (AR) memungkinkan pengguna untuk membuat model topografi dengan membentuk pasir nyata, yang kemudian ditambah secara real time oleh peta warna elevasi, garis kontur topografi, dan air simulasi. Sistem ini mengajarkan konsep geografis, geologi, dan hidrologi seperti bagaimana membaca peta topografi, arti garis kontur, daerah aliran sungai, daerah tangkapan air, tanggul, dll. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem real augmented real-time yang terintegrasi untuk menciptakan model topografi secara fisik yang kemudian dipindai ke komputer secara real time, dan digunakan sebagai latar belakang untuk berbagai efek dan simulasi grafis. Produk ini akan dapat secara mandiri dan ideal untuk digunakan sebagai alat pembelajaran/pameran/peraga langsung di kelas, pameran teknologi maupun dalam proses pembelajaran tentang ilmu kebumian.