2019 : DESAIN DAN STUDI PERILAKU SEISMIK HUNIAN SEMENTARA TAHAN GEMPA DENGAN MATERIAL BAJA RINGAN

Data Iranata ST., MT., Ph.D
Aniendhita Rizki Amalia S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia sebagai negara yang berada pada zona rawan gempa, harus memiliki rencana mitigasi yang dapat mengakomodasi segala bencana yang mungkin terjadi. Sebagai contoh, tahun 2018 yang lalu, Indonesia mengalami dua gempa yang cukup besar. Gempa pertama terjadi pada bulan Agustus 2018 di Lombok dengan kekuatan 7 SR, gempa Lombok tersebut membuat 32000 rumah rusak dan mencatatkan 555 korban jiwa. Setelah itu, terjadi gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, dengan kekuatan 7,7 SR, yang membuat 66.926 rumah rusak dan mencatatkan lebih dari 2.113 korban jiwa. Setelah bencana gempa melanda, penduduk di sekitar daerah terdampak bencana tentu sangat menderita secara social, ekonomi dan fisik. Sehingga, ada kebutuhan penting yang harus dipenuhi sebagai tempat berteduh atau hunia sementara, selain makanan dan obat-obatan. Kementerian Pekerjaan Umum sudah memiliki riset tentang bangunan tahan gempa. Pada studi tentang huniam, Kementerian PU sudah mengembangkan RISHA (Rumah Instan). Namun, karena dalam pembangunannya masih menggunakan material beton precast dalam dimensi dan volume yang besar, transportasi material panel precast akan menjadi masalah. Hunian sementara lain pernah dikembangkan oleh ITS (Huntara ITS 1.0) sebagai upaya membantu mitigasi bencana gempa Lombok tahun 2018. Material yang digunakan pada jenis hunian ini adalah kayu, kayu dipilih saat itu karena ringan, mudah didapatkan dan mudah dipasang penduduk. Namun mengingat sifat material kayu yang sangat beragam dan bergantung dari posisi seratnya, maka umur bangunan dan perilakunya terhadap gempa lain masih dipertanyakan. Alternatif material untuk konstruksi hunian mulai berkembang saat ini. Salah satu material yang mulai banyak digunakan adalah Cold Formed Steel (CFS), yang juga dikenal dengan baja ringan atau baja canai dingin. Dalam beberapa dekade belakangan, penggunaan elemen struktur dengan material baja ringan ini menunjukkan ekspansi yang besar. Pada penelitian ini diharapkan akan didapatkan desain alternative hunian sementara tahan gempa yang mendukung upaya mitigasi bencana gempa di Indonesia, utamanya dari material baja ringan canai dingin. Selain itu, dengan diketahuinya perilaku seismic desain yang ada, nantinya desain hunian sementara yang ada diharapkan dapat memiliki ketahanan yang bagus terhadap gempa dan memiliki daya layan yang baik.