2019 : IDENTIFIKASI MAKNA PADA BANGUNAN BERSEJARAH DI KOTA SURABAYA : ANALISIS PENDUKUNG UNTUK KONSEP SURABAYA SMART CITY Studi Kasus : Bangunan Bersejarah di Koridor Jalan Embong Malang Surabaya

Dr. Ir. Murni Rachmawati MT.
Nur Endah Nuffida S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Cohen (2012) mengidentifikasi sebuah kota sebagai smart-city melalui 6 sumbu utama/pilar, yaitu smart goverment, smart economy, smart live, smart living, smart people, dan smart mobility. Smart environment memegang peranan penting dalam perwujudan smart city.Smart environment atau lingkungan pintar berarti lingkungan yang bisa lingkungan pintar itu berarti lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual maupun tidak, bagi masyarakat dan publik. Lingkungan yang bersih tertata, RTH yang stabil merupakan contoh dari penerapan lingkungan pintar (Sudikno, 2015). Untuk menginterpretasikan konsep smart environment, maka perlu dirumuskan karakter�karakter utama yang mendasarinya. Adapun karakter utama smart environment yang didasari atas definisinya adalah : kenyamanan, keberlanjutan dan keindahan. Salah satu dimensi pembentuk smart environment dalam smart city adalah bangunan perumahan dan gedung perkantoran.Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam pengoperasian bangunan dan konstruksi, di beberapa kota telah dilakukan perbaikan pada infrastruktur serta sertifikasi bangunan untuk mengurangi penggunaan listrik dan air. Penggunaan “smart metering�dan “smart building�teknologi membantu memaksimalisasi kontrol penggunaan.Pengaturan kode etik dalam proses pembangunan, standarisasi dan sertifikasi khususnya di bangunan-bangunan bersejrah adalah salah satu cara penting untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Banyak kota telah menjalankan program pengawasan kode-etik dan standar dalam proses pembangunan dan renovasi gedung. Namun demikian, aspek penting yang juga dapat dipertimbangkan dalam indikator rancangan kota hemat energi adalah sejauh mana penggunaan kembali bangunan- bangunan lama dan bersejarah di sebuah kawasan kota untuk fungsi lain dapat mendukung kriteria dimensi keberlanjutan (sustainability) yang tercakup dalam definisi smart environment dalam konsep smart city. Dalam konteks tersebut, salah satu aspek dalam smart environment yang terkait dengan bangunan perumahan dan gedung perkantoran yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah kriteria pelestarian melalui identifikasi makna terhadap bangunan-bangunan bersejarah di area koridor Jl. Embong Malang, Surabaya. Dalam hal ini, kajian terhadap aspek tersebut akan memberikan gambaran sejauh mana dimensi keberlanjutan (sustainability) dalam penggunaan kembali bangunan-bangunan bersejarah yang dilestarikan dengan fungsi baru, atau revitalisasi terhadap fungsi-fungsi baru yang dilekatkan pada bangunan tersebut, dapat menunjang aspek keberlanjutan sumber daya dan juga mendukung keindahan fisik maupun non-fisik yang menunjang identitas kawasan dan utamanya, meningkatkan potensi kawasan sebagai salah satu kawasan yang berpotensi sebagai perwujudan konsep smart-city di kota Surabaya. Kata kunci: Identifikasi makna, bangunan bersejarah, Surabaya,smart-city