2019 : BAKTERI LOKAL LAHAN GAMBUT UNTUK MEMPERCEPAT STABILISASI TANAH GAMBUT SEHINGGA LAYAK UNTUK DASAR KONSTRUKSI INFRASTRUKTUR

Dr. Dra. Enny Zulaika M.P.

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tanah gambut terbentuk dari dekomposisi berbagai bahan tanaman yang mayoritas tersusun oleh senyawa organik, umumnya digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Kebutuhan hunian dan sarana transportasi yang semakin meningkat menyebabkan penggunaan lahan gambut untuk dijadikan hunian dan sarana transportasi menjadi suatu pilihan yang tidak dapat dihindari. Banyak fakta melaporkan bahwa infrastruktur tersebut seringkali mengalami kerusakan terutama pada ruas jalan yang dibangun di atas tanah gambut. Tanah gambut mempunyai angka pori dan kadar air sangat tinggi sehingga daya dukungnya sangat rendah dan kemampuan memampatnya sangat lama, sehingga proses dekomposisinya akan berlangsung terus dan akibatnya dapat menurunkan kekuatan geser tanah. Proses dekomposisi perlu dipercepat supaya pemampatan dan penurunan kekuatan geser tanah tidak terjadi setelah konstruksi dioperasikan. Berbagai metode dekomposisi tanah gambut untuk meningkatkan stabilitas telah dikembangkan, antara lain metode mekanis dan metode stabilisasi melalui penambahan zat kimia, namun dapat menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Alternatif yang dapat digunakan adalah dengan metode biologi yang ramah lingkungan yaitu melalui bioaugmentasi bakteri lignoselulolitik lokal gambut dengan mekanisme enzimatik untuk mempercepat stabilisasi tanah gambut supaya dapat digunakan sebagai dasar konstruksi infrastruktur. Pada penelitian ini akan dieksplorasi keunggulan bakteri lignoselulolitik lokal yang dapat digunakan sebagai alternatif percepatan stabilitas tanah gambut. Tahapan yang akan dilakukan adalah isolasi bakteri lignoselulolitik menggunakan CMC-agar dan media selektif untuk bakteri lignolitik melalui skrining enzim yaitu selulase, lignin peroxidase (LiP), manganese peroxidase (MnP) dan laccase. Selanjutnya dilakukan identifikasi bakteri menggunakan metode PCR dengan marka gen 16S rRNA: ekstraksi DNA, amplifikasi, elektroforesis amplicon, dan sequencing menggunakan metode Sanger. Untuk mengetahui potensi bakteri memampatkan gambut dilakukan aplikasi bakteri melalui uji dekomposisi serat gambut. Keberhasilah dekomposisi dianalisis dengan menghitung kadar serat; mengetahui gugus fungsional serat gambut yang terdekomposisi dengan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan dilanjutkan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengobservasi permukaan tanah gambut yang sudah terdekomposisi. Hasil akhir seluruh penelitian yang diharapkan 1. Kultur bakteri lokal sebagai dekomposer dan stabilisator tanah gambut (berserat) yang mudah digunakan, ramah lingkungan dan harganya relatif murah jika dapat diproduksi secara masal pada skala industri sehingga layak jual dan mempunyai nilai profit yang tinggi 2. Menghasilkan lulusan mahasiswa: S2 (1 orang) dan S1 (1 orang) 3. Jurnal internasional terindeks Scopus/Thompson Reuters Kata kunci : bakteri-lignoselulolitik; dekomposisi; gambut; 16S rRNA