2019 : ESTIMASI PEREDARAN UANG MENGGUNAKAN MODEL HIBRIDA SINGULAR SPECTRUM ANALYSIS DAN ADAPTIF NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM UNTUK MENJAGA MOBILITAS TRANSAKSI PASAR

R. Mohamad Atok S.Si, M.Si, Ph.D
Imam Safawi Ahmad, S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kebutuhan uang sebagai alat tukar di masyarakat penting dipenuhi dan dalam kondisi layak edar. Estimasi yang tepat akan kebutuhan tersebut dijadikan bahan pengambilan kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk perencanaan pencetakan uang periode berikutnya. Selain jumlah uang yang diedarkan oleh Bank Indonesia, nilai pecahan rupiah yang beredar juga menjadi pertimbangan. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda, sehingga kebutuahn masing-masing pecahan rupiah berbeda pula. Banyaknya uang rupiah yang dibutuhkan tergantung pada keperluan pembayaran, jumlah persediaan,penggantian dan penukaran uang dalam jangka waktu tertentu (Bank Indonesia, 2017). Peredaran uang di masyarakat berdasarkan data BPS (2018) menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada tahun 2003, jumlah uang yang beredar sebesar 1.131,9 Triliun meningkat menjadi 6.143,59 Triliun pada tahun 2017 atau terjadi kenaikan 542%. Peneliti berencana menggunakan pemodelan hibrida singular spectrum analysis (SSA) dan adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS) untuk estimasi peredaran uang di masyarakat. Singular Spectrum Analysis (SSA) merupakan sebuah teknik analisis deret waktu dan peramalan. SSA mengkombinasikan elemen klasik analisis deret waktu, statistika multivariat, geometri multivariat, sistem dinamik dan pemrosesan sinyal. SSA memiliki tujuan untuk mendekomposisi sebuah rangkaian data menjadi jumlahan komponen-komponen kecil yang dapat diinterpretasikan (Golyandina & Zhigljavsky, 2013). Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) adalah sebuah kombinasi dari dua metode komputasi yaitu artificial neural network (ANN) atau jaringan syaraf tiruan (JST) dan logika fuzzy. Logika fuzzy memiliki kemampuan untuk mengubah aspek kualitatif pengetahuan dan wawasan seseorang ke dalam proses analisis kuantitatif yang tepat. Penelitian ini menggunakan data bulanan peredaran uang periode 2003 sampai 2017. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perkiraan kebutuhan uang beredar di masyarakat, sehingga bermanfaat bagi BI sebagai pertimbangan perencanaan pencetakan uang.