2019 : Perancangan Buku Visual Eksplorasi Motif Batik Ponorogoan sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya Daerah

Senja Aprela Agustin ST.


Abstract

Perkembangan batik printing membuat batik Ponorogo pada awal abad ke-20 kalah bersaing di pasaran sehingga saat ini hanya terdapat dua ornamen utama dalam batik Ponorogo, yaitu merak dan reyog. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kreatifitas pengrajin untuk mengembangkan motif batik Ponorogo. Sehingga dibutuhkanlah sebuah media yang bisa memberikan informasi bagi pengrajin batik Ponorogo dan generasi penerusnya untuk mengembangkan motif batik Ponorogo. Perancangan buku visual ini menggunakan beberapa metode penelitian diantaranya observasi langsung, kuisioner, wawancara mendalam, visual exploration, expert review, studi eksisting dan literatur. Data yang didapat kemudian diformulasikan untuk mendapatkan sebuah konsep desain dan konten buku yang sesuai. Konsep perancangan ini adalah “Heritage Rough Forms” yang dapat bermakna pencarian motif baru yang diambil dari potensi heritage Ponorogo yang dikombinasikan dengan komponen dari motif batik klasik Ponorogo. Hasil luaran dari penelitian ini adalah sebuah buku visual yang berisi informasi sekilas tentang batik pada umumnya, batik Ponorogo pada khususnya dan hasil eksplorasi motif baru batik Ponorogo yang telah dibuat. Penggunaan batik klasik Ponorogo bertujuan untuk memperkuat identitas motif khas batik Ponorogo. Buku visual ini dilengkapi dengan hasil fotografi dan proses desain eksplorasi motif batik Ponorogo yang telah dibuat sehingga dapat memberikan informasi sebagai sarana referensi tentang batik Ponorogo sebagai upaya melestarikan warisan budaya daerah.