Setiyo Gunawan, Hakun Wirawasista Aparamarta, Saidah Altway : PEMANFAATAN BIJI DAN DAUN NYAMPLUNG UNTUK BAHAN MAKANAN, OBAT-OBATAN DAN BIODIESEL

Setiyo Gunawan S.T., Ph.D
Hakun Wirawasista Aparamarta S.T, M.MT
Saidah Altway ST., MT.

Year

2016

Published in

TG; Separation and purification

External link

Type

-

Keywords

batchwise solvent extraction; C. inophyllum oil; fatty acids, polarity; triacylglycerols


Abstract

Minyak Nyamplung (Calophyllum inophyllum oil) dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh karena itu, banyak penelitian sebagian besar terfokus pada konversi minyak nyamplung menjadi biodiesel. Dalam penelitian ini, terbagi menjadi 5 tahap, setiap tahapnya dilakukan dalam waktu setahun. Untuk tahun pertama mempunyai target memisahkan minyak nyamplung menjadi dua bagaian yakni senyawa polar dan non polar. Dalam senyawa non polar ini terdapat trigliserida (TG), Hidrokarbon dan lainnya. Sedangkan polar terdapat Coumarine dan senyawa aromatik lainnya. Sedangkan pada tahun ke dua mempunyai target memisahkan TG dari bagian senyawa Non Polar. Target untuk tahun ke 3 adalah memisahkan Kumarin dari bagian senyawa polar. Diharapkan Kumarin yang berhasil dipisahkan berguna untuk kesehatan herbal terutama untuk anti HIV. Tahun ke 4 dinamakan refining proses. Dimana target pada tahun ini menjadikan TG menjadi minyak yang dapat dikonsumsi dan biodiesel dengan cara memisahkan TG dari pengotornya. Sedangkan tahun terakhir merupakan tahun pilot project. Dimana setiap tahapan akan dirangkum dan membuat percontohan dari semua proses. Pada penelitian tahun pertama ini, penulis berhasil memisahkan minyak nyamplung menjadi dua fraksi. Fraksi non polar mengandung trigliserida, sedangkan senyawa bioaktif larut dalam fraksi polar. Dengan menggunakan campuran solven petroleum ether methanol (methanol 25%) dan rasio massa solven terhadap minyak sebesar 5, maka nilai recovery dan kadar trigliserida yang tinggi dapat dicapai. Kadar TAG naik tajam dari 78.30% ke 98.53% setelah dilakukan 8 kali tahap ekstraksi. Namun, recovery TAG turun dari 91.58% ke 76.79% setelah dilakukan 8 kali tahap ekstraksi. Sebagian hasil dari penelitian ini telah diseminarkan pada seminar nasional teknik kimia Soebardjo Brotohardjono XI, UPN Veteran Jawa Timur, telah disubmit dan dalam proses review pada journal tingkat internasional (Industrial Crops and Products, Elsevier, Impact factor 2.837), telah didaftarkan patent, dan akan diseminarkan pada The 8th Regional Conference on Chemical Engineering Filed (RCChE).