Sungging Pintowantoro : Studi Variasi Jenis Fluks Terhadap Kadar Nikel dan Besi serta Morfologi Briket Bijih Nikel Laterit dalam Proses Aglomerasi untuk Persiapan Bahan Baku Mini Blast Furnace

Dr. Sungging Pintowantoro ST., MT.

Year

2016

Published in

Material dan Metalurgi

External link

Type

-

Keywords

fluks; aglomerasi; Mini Blast Furnace


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jenis fluks terhadap derajat reduksi dan morfologi briket nikel laterit dalam proses aglomerasi untuk persiapan bahan baku Mini Blast Furnace . Analisa mengenai jenis fluks tersebut berfokus pada dua hal, yaitu pada proses roasting (pre treatment process) dan kemungkinan yang terjadi jika briket tadi diumpankan ke dalam Mini Blast Furnace. Bahan baku yang digunakan pada untuk briket nikel laterit ini, antara lain bijih nikel laterit, batubara sebagai reduktor, kanji sebagai binder, fluks (kapur, dolomit, cangkang kerang dan gypsum). Semua bahan baku tersebut pertama tama dihancurkan hingga ukuran 30 mesh. Kemudian, dilakukan sampling untuk masing masing bahan baku untuk dilakukan pengujian awal. Bahan baku bijih nikel laterit, 4 jenis fluks dikarakterisasi menggunakan EDX, XRD, SEM dan TGA/DSC. Sedangkan batubara dikarakterisasi menggunakan analisa proksimat. Setelah itu, dilakukan pencampuran antara bijih nikel laterit, batubara, fluks serta kanji dengan variabel tetap berupa rasio Fe/C dan Ca/SiO2. Setelah pencampuran, produk campuran tadi kemudian dikompaksi dengan tekanan 60 kgf/cm2 untuk membentuk briket. Kemudian, dilakukan drying pada temperatur 1050C selama 3 jam. Setelah drying, briket yang sudah kering tadi dimasukkan ke dalam tungku mufle untuk dilakukan proses roasting pada temperatur 9500C selama 3 jam. Setelah itu, produk roasting dilakukan pengujian XRD, EDX dan SEM. Hasil pengujian tadi kemudian dianalisa dan diambil kesimpulan manakah jenis fluks yang paling baik untuk digunakan dalam proses aglomerasi untuk persiapan bahan baku Mini Blast Furnace.