Abdu Fadli Assomadi : Pengolahan Air Terproduksi Menggunakan Sequencing Batch Reactor (SBR)

Abdu Fadli Assomadi S.Si., MT.

Year

2007

Published in

-

External link

-

Type

Jurnal Nasional

Keywords

-


Abstract

Pertambangan minyak dan gas bumi, selain menghasilkan minyak mentah (crude oil), juga menghasilkan air terproduksi yang kuantitasnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan minyak yang akan dihasilkan. Proses pemisahan antara crude oil dan hidrokarbon, maka crude oil akan ditampung dalam tangki, sedangkan air terproduksi akan ditampung dalam pit (oil catcher). Air terproduksi dalam proses pertambangan mengandung partikel padat, nonemulsified oil, stable emulsified oil, insoluble solid, karbon, pigmen, cat, phenol, NH3, H2S, COD, BOD serta beberapa logam berat, sehingga berbahaya bila langsung dibuang ke badan air. Pengolahan air terproduksi dapat dilakukan dengan menggunakan pengolahan secara fisik-kimia yang memanfaatkan sifat fisik dari air terproduksi yang mengandung minyak dan dilanjutkan dengan pengolahan secara kimiawi untuk menghilangkan senyawa kimia dalam air terproduksi. Disamping itu, dapat juga dilakukan dengan menggunakan pengolahan biologis yang memanfaatkan aktifitas mikroorganisme, khususnya bakteri, yang mampu mendegradasi minyak untuk menghilangkan kandungan minyak, bahan organik dan senyawa kimia dalam air terproduksi. Dalam penelitian ini digunakan sistem Sequencing Batch Reactor (SBR) sebagai alternatif pengolahan dan bakteri mixed culture sebagai pembentuk lumpur aktif. Prosentase pembebanan air limbah yang digunakan, yaitu 80%. Sedangkan variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi F/M = 0,1/hari, 0,2/hari dan 0,3/hari, selama 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembebanan limbah 80%, konsentrasi COD sekitar 1500 mg/L yang diolah oleh bakteri mixed culture selama 96 jam dalam sistem batch, menghasilkan penyisihan COD, minyak dan TSS masing-masing sebesar 87%, 81% dan 86%. Adapun hasil terbaik SBR ditunjukkan oleh sistem dengan rasio F/M = 0,3/hari dengan penyisihan terhadap parameter COD, minyak dan TSS yang dihasilkan berturut-turut adalah 93%, 67% dan 68%. Efluen yang dihasilkan tersebut memenuhi baku mutu yang berlaku untuk dibuang ke lingkungan.