Dunat Indratmo : Efek Beroperasinya Frontage Road Barat Tiga Lajur Arah Sidoarjo-Surabaya TerhadapPengurangan Kemacetan Lalu-Lintas di Jl. Ahmad Yani Ruas Bundaran Waru-Bundaran Dolog

Ir. Dunat Indratmo MT.

Year

2016

Published in

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah IX, 2016

Authors

External link

Type

Seminar Nasional

Keywords

Frontage Road ; Kemacetan Lalu-Lintas ; Derajat Kejenuhan


Abstract

EFFEK BEROPERASINYA FRONTAGE ROAD BARAT TIGA LAJUR ARAH SIDOARJO-SURABAYA TERHADAP PENGURANGAN KEMACETAN LALU-LINTAS DI JL. AHMAD YANI RUAS BUNDARAN WARU-BUNDARAN DOLOG SURABAYA Oleh : Ir. Dunat Indratmo, MT, DiplomaTeknik Sipil FTSP - ITS HP. 081553730201 E-mail : indratmo1953@yahoo.com ABSTRAK Kendaraan bermotor di kota-kota besar termasuk Surabaya semakin bertambah banyak, sehingga semakin menimbulkan dampak terhadap meningkatnya kemacetan lalu-lintas disetiap ruas jalan. Seperti halnya Jl. Ahmad Yani sebagai jalan Arteri Primer (Jalan Nasional) yang menghubungkan Sidoarjo dan Surabaya, kemacetan yang terjadi sudah sangat parah. Kemacetan lalu-lintas adalah mencermikan padatnya lalu-lintas, akibat kecepatan kendaraan yang relatif menurun dibandingkan dengan kecepatan yang direncanakan. Kajian terhadap dioperasikannya Frontage Road Barat tiga lajur arah Sidoarjo-Surabaya ruas Bundaran Waru–Bundaran Dolog di Jl. Ahmad Yani Surabaya sejak Januari 2016, guna mengetahui effeknya terhadap pengurangan kemacetan lalu-lintas di jalan Ahmad Yani tersebut, dengan menggunakan parameter Derajat Kejenuhan (DS). Kajian tersebut sekaligus diharapkan bermanfaat bagi para pengambil kebijakan dibidang manajemen transportasi dan rekayasa lalu-lintas. Pengkajian menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, terhadap data primer arus kendaraan bermotor (Q) berupa Sepeda Motor (SM), Mobil Penumpang Pribadi (MPP), Mobil Penumpang Umum (MPU), Bis dan Truk. Survei data primer arus kendaraan bermotor dilaksanakan dan dihitung di suatu titik oleh 6 (enam) Observer menggunakan Traffic Counter, selama 3 (tiga) hari pada tanggal 4, 6 dan 8 April 2016 masing-masing 8 (delapan) jam per hari dengan mengacak jam pencatatan berdasarkan jam-jam puncak (peak hours), serta karakteristik hari-hari kerja. Hasil perhitungan dan pengkajian pada tahun 2013 (Indratmo 2013) menunjukkan, bahwa kapasitas Jl. Ahmad Yani arah Sidoarjo ke Surabaya (Ruas Bundaran Waru-Bundaran Dolog) adalah 4.475 smp/jam, dengan lebar perkerasan rata-rata 10,50 meter dan sebelum dioperasikannya Frontage Road Barat, arus kendaraan rata-rata yang lewat pada tahun 2015 adalah 6.793 smp/jam (DS = 1,518). Setelah berfungsinya tiga lajur Frontage Road Barat (11 m) arah Sidoarjo-Surabaya ruas Bundaran Waru–Bundaran Dolog pada Januari-Maret 2016, menurunkan Derajat Kejenuhan (DS) menjadi 0,612. Angka Derajat Kejenuhan rata-rata dibawah 0,75, menunjukkan kelancaran lalu-lintas di Jl. Ahmad Yani. Sehingga Frontage Road Barat ruas Bundaran Waru–Bundaran Dolog bereffek menurunkan kemacetan lalu-lintas (menurunkan DS) di Jl. Ahmad Yani arah Sidoarjo-Surabaya sebesar 0,906 atau 59,68 %. Kata Kunci : Frontage Road, Kemacetan lalu-lintas, Derajat Kejenuhan