Aurelius Ratu : Keadilan, Kepercayaan & Polemik Identitas Keagamaan di KTP

Aurelius Ratu S.S, M.Hum

Year

2016

Published in

Membangun Indonesia Berbasis Nilai-Nilai Agama

Authors

External link

Type

Seminar Nasional

Keywords

Hukum; Keadilan; Kepercayaan; Identitas;


Abstract

Ketika sistem masih menyuburkan kutub mayoritas-minoritas dalam setiap aspek kebijakannya, sistem itu patut dipertanyakan kembali. Indonesia adalah bangsa yang multi-kultur. Sebagai bangsa yang berkarakter demikian, realitas sosial-budaya haruslah mencerminkan jati diri ini. Persoalan identitas, apalagi berkaitan dengan kepercayaan dan keagamaan, jelas tidak bisa dipaksakan masuk pada solusi teknis-mekanis semata, yakni pada kolom agama di KTP. Padahal di lain pihak, berbicara secara yudisial, Negara secara legal-normatif telah mewadahi jaminan dan pengakuan identitas semua manusia Indonesia dalam Konstitusi itu sendiri. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Konstitusi sebuah Negara memperlihatkan apa dasar dan tujuan Negara, aplikasi hukum, tata administrasi dan sebagainya. Inti atau poin yang ditekankan dalam Konstitusi pada dasarnya bagaimana tiap warga Negara tersebut mencapai hidup yang baik secara individual dan bersama-sama. Karena itu, dari poin ini dapat dimengerti bahwa manusia (warga Negara) adalah basis bagi pelaksanaan Konstitusi tersebut. Hal ini mau menegaskan bahwa Konstitusi pada dasarnya menegaskan identitas bangsa itu sendiri. Sebuah identitas yang dibangun atas dasar realitas kemajemukan yang mengakui kesederajatan tiap warga Negara