Abdu Fadli Assomadi, Basuki Widodo, Basuki Widodo, Joni Hermana, Joni Hermana : Determination of Clearness Index in Urban Atmosphere Based on the Data Series of Daily Global Radiation Measured

Abdu Fadli Assomadi S.Si., MT.
Prof. Dr. Basuki Widodo M.Sc.
Prof. Dr. Basuki Widodo M.Sc.
Prof. Ir. Joni Hermana M.Sc.ES., Ph.D.
Prof. Ir. Joni Hermana M.Sc.ES., Ph.D.

Year

2016

Published in

National Conference of Environmental Technology XII. 3 - September 2015

External link

Type

Seminar Nasional

Keywords

opasitas atmosfer polutan udara intensitas radiasi tingkat polusi udara


Abstract

Kecerahan atmosfer menentukan besaran intensitas radiasi yang diterima permukaan bumi area kota. Banyak proses permukaan dipengaruhi besaran intensitas ini, seperti degradasi polutan udara, penyerapan CO2 oleh tumbuhan, reaksi fotokimia dan sebagainya. Di sisi lain, kecerahan atmosfer bervariasi karena perubahan opasitas atmosfer yang dipengaruhi tutupan awan, adanya aerosol, komposisi atmosfer, sudut radiasi matahari, adanya polutan gas maupun partikulat, dan lain-lain. Pada penelitian ini dihasilkan nilai rata-rata karakteristik opasitas atmosfer perkotaan yang dinyatakan dalam indeks kecerahan. Nilai indeks ini disusun berdasarkan 1) data-data rekaman 1 tahun, pengukuran intensitas matahari meteorologi harian di Taman Prestasi Kota Surabaya, Indonesia dan 2) estimasi intensitas radiasi ektraterestial yang dihitung secara astronomi teoritis. Perbandingan keduanya menghasilkan indeks kecerahan atmosfer. Nilai indeks ini dapat digunakan untuk menilai tingkat polusi di atmosfer perkotaan, ketika faktor-faktor meteorolgi dipilih dengan asumsi seragam. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik indeks kecerahan atmosfer kota Surabaya adalah (CI) untuk atmosfer Kota Surabaya tahun 2010 sebesar 0,2 0,8 dengan rata-rata 0,41 dan nilai CI terpengaruh pencemaran udara sebesar 0,05 1,3 dengan rata-rata 0,6 menunjukkan kecerahan atmosfer Kota Surabaya berada pada klasifikasi keruh.