Welly Herumurti : PENGARUH STASIUN PERALIHAN ANTARA TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN DI KECAMATAN TAMBAKSARI, SURABAYA

Welly Herumurti S.T., M.Sc.

Year

2015

Published in

Penelitian Masalah Lingkungan di Indonesia 2014

Authors

External link

Type

Seminar Nasional

Keywords

faktor kompaksi, pengelolaan sampah, stasiun peralihan antara, Surabaya


Abstract

Penanganan sampah dilakukan dengan menyediakan prasarana dan sarana penanganan sampah. Salah satu sarana penanganan sampah adalah Stasiun Peralihan Antara (SPA). SPA berperan dalam mereduksi volume sampah, sehingga mampu mengurangi ritasi pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Proses reduksi yang dilakukan pada SPA adalah proses pemadatan. Kota Surabaya memiliki 2 unit SPA, salah satunya berada di Rangkah dan menjadi objek penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk menentukan kondisi eksisting sistem pengelolaan SPA Rangkah. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran timbulan sampah dan area pelayanan yang dilayani gerobak pengumpul, serta karakteristik sampah yang meliputi densitas sampah dan faktor kompaksi di SPA. Selain itu, identifikasi pola pengangkutan sampah menuju TPA juga dilakukan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, SPA Rangkah hanya melakukan reduksi volume dengan proses pemadatan sampah. Persentase layanan SPA terhadap Kecamatan Tambaksari sebesar 26, dengan jumlah timbulan sampah sebesar 20,45 ton/hari. Fasilitas SPA dapat mereduksi volume sampah sebesar 66. Densitas sampah dari gerobak pengumpul dan densitas sampah setelah dipadatkan masing-masing sebesar 0,29 ton/m3dan 0,8 ton/m3. Oleh karena itu, faktor kompaksi sampah di SPA sebesar 2,9. Pola pengangkutan sampah dari SPA Rangkah ke TPA Benowo menggunakan metode Hauled Container System (HCS), dengan jumlah ritasi pengangkutan sebanyak 3-4 rit/hari.