Muhammad Hafiizh Imaaduddiin, Abdullah Hidayat S.A. : DAMPAK NORMALISASI KALI KEDUNGLARANGAN TERHADAP RENCANA PENGOPERASIAN KALI BANGILTAK DI KABUPATEN PASURUAN

Muhammad Hafiizh Imaaduddiin S.T., M.T.
Ir. Abdullah Hidayat S.A.

Year

2015

Published in

SEMINAR NASIONAL APLIKASI TEKNOLOGI PRASARANA WILAYAH (ATPW) 2015

External link

-

Type

Seminar Nasional

Keywords

Banjir Hec-Ras Normalisasi n-manning Elevasi Muka Air


Abstract

Abstrak Kali Kedunglarangan yang terletak di Kabupaten Pasuruan merupakan Sungai Terpanjang yang melintasi permukiman padat penduduk khusus di wilayah hulunya dan cukup tinggi tingkat aktifitas pertumbuhan perekonomian di sekitar wilayah tersebut. Sungai Kedunglarangan ini bermuara pada Selat Madura dan letaknya secara geografis berada di sebelah selatan dari Kali Porong. Pada tahun 2011, dengan kondisi eksisting yang ada wilayah ini sering kali terjadi bencana banjir dan kelongsoran pada dinding tebing sungainya dikarenakan derasnya arus dan tidak adanya perkuatan apapun pada badan sungai. Untuk itu muncul wacana melakukan perbaikan pada Kali Kedunglarangan ini, bertepatan dengan itu nantinya akan dialirkan debit limpahan dari Kali Porong menuju Kali Bangiltak. Dimana Kali Bangiltak ini nantinya dari arah alirannya akan bertemu dengan Kali Kedunglarangan di wilayah hulunya sebelum menjadi satu menuju Kali Kedunglarangan Hilir sampai muara di Selat Madura. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan program bantu Hec-Ras, dengan kondisi eksisting Kali Kedunglarangan yang ada saat ini dilakukan pengoperasian debit Q50 dan hasilnya kondisi luapan debit sungai jauh melebihi dari kapastias penampang yang ada. Untuk itu dilakukan normalisasi di daerah sepanjang Kali Kedunglarangan guna mampu dilewati debit Q50. Dengan melihat pertumbuhan kondisi Kali Porong yang terus menerus dilimpahi oleh lumpur panas porong, tidak menutup kemungkinan pengalihan debit (Q) sejumlah 390m3/dtk dari Kali Porong melalui Kali Bangiltak akan segera terealisasi, oleh karenanya penelitian kedua ini adalah melakukan simulasi hasil normalisasi Kali Kedunglarangan dengan penambahan debit dari Kali Bangiltak maksimal sebesar 390m3/dtk pada saat pertemuan sungai. Dengan menggunakan metode Nakayasu untuk mendapatkan hasil unit hydrograph dan proses kalibrasi data untuk penentuan nilai n-manning yang tepat maka simulasi model dalam Hec-Ras baru bisa dilakukan untuk melihat kondisi elevasi muka air maksimum dari beberapa kemungkinan ? kemungkinan yang terjadi. Kata kunci: Banjir, Hec-Ras, Normalisasi, n-manning, elevasi muka air.