Mokhamad Nur Cahyadi : ANALISA PERUBAHAN IKLIM DIPULAU SUMATERA AKIBAT KEBAKARAN HUTAN MENGGUNAKAN DATA WATER VAPOR DAN CITRASATELIT TERRA MODIS (Studi kasus: Sumatera Selatan)

Mokhamad Nur Cahyadi ST.,M.Sc.,Ph.D

Year

2015

Published in

ICRS 2015

External link

-

Type

Seminar Nasional

Keywords

Water Vapor,GPS CORS,iklim, ZTD


Abstract

Perubahan iklim akibat kebakaran hutan disumatera mengakibatkan bumi mengalami perubahan cuaca yang sangat ekstrim maka perlu dilakukan pengamatan Water Vapor yang teliti di atmosfer masih menjadi pekerjaan tergolong sulit bagi para peneliti atmosfer.Hal ini dikarenakan pergerakan Water Vapor yang cepat di atmosfer.Pengamatan Water Vapor yang akurat itu sangat sulit dilakukan.Global Positioning System (GPS) di lapisan troposfer serta dilengkapi dengan data pengukuran meteorologi permukaan, kita dapat mengetahui beberapa kandungan yang ada diatmosfer dengan akurat. Pada penelitian ini digunakan 5 (Lima) stasiun GPS CORS Sumatran GPS Array (SuGAr)yang merupakan stasiun CORS yang tersebar sepanjang 1300 km di pantai barat pulau Sumatera. Sumatran GPS Array (SuGAr) ini setiap harinya merekam data GPS dengan akurasi tinggi secara kontinyu dan dapat dimanfaatkan untuk studi deformasi. untuk mengestimasi Water Vapor disekitar wilayah lokasi penelitian diantara lain : Jambi, Air Bengalis, Lunnang, Lampung, dan Bengkulu. Dan diikut sertakan 3 (tiga) stasiunInternational GNSS Service(IGS) yaitu : BAKO, IISC, dan NTUS. Zenith Trophosperic Delay (ZTD) yang diestimasi dari pengamatan GPS ini akan diekstraksi menjadi kandungan uap air menggunakan data meteorologi permukaan. Global Positioning System(GPS) merupakan suatu sistem yang memanfaatkan sinyal radio.Untuk keperluan navigasi dan penentuan posisi.Sinyal yang ditransmisi dari satelit GPS mengalami perlambatan waktu ketika melewati lapisan atmosfer Metode ini disebut inversi GPS.Berdasarkan pada perambatan sinyal GPS, lapisan atmosfer dibagi menjadi 2 (dua) macam lapisan, yaitu lapisan ionosfer dan troposfer.Lapisan ionosfer merupakan medium dispersive, yang berarti bahwa delay ini bergantung dari frekuensi sinyal GPS.Seperti yang dijelaskan sebelumnya.Bahwa uap air tersebut dilapisan atmosfer yang rendah (troposfer), oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengestimasian total delay trophospere yang selanjutnya digunakan sebagai parameter untuk mengestimasi variasi temporal Water Vapor dilokasi penelitian.Kemudian peneliti mencoba untuk mengetahui kondisi kawasan hutan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh.Satelit Terra Modis memiliki Kemampuan tersebut didasarkan pada resolusi temporal dalam skala harian, resolusi spektral yang tergolong banyak (36 kanal) maka dapat dibandingkan dari hasil pengolahan citra tersebut dengan hasil pengamatan GPS. Dari percobaan yang akan lakukan dalam proses penelitian ini, peneliti ingin mengetahui dari rerata Water Vapor bulanan pada musim kemarau yang berada antara tahun 2010 dan 2012, dan bulan terbasah pada tahun 2010 dan 2012, Hal ini dipelajari karena sangat berpengaruh pada siklus cuaca dan iklim di Indonesia.