Noorlaila Hayati, Udiana Wahyu Deviantari : PEMETAAN WILAYAH RAWAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS METODE PEMBOBOTAN (Studi Kasus: Kota Semarang, Jawa Tengah)

Noorlaila Hayati S.T., M.T.
Udiana Wahyu Deviantari ST., MT.

Year

2015

Published in

Simposium Nasional Geomatika 2014

External link

-

Type

Seminar Nasional

Keywords

pembobotan sig longsor analisa spasial


Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana teknologi geospasial dapat digunakan untuk mengetahui wilayah rawan longsor menggunakan metode pembobotan. Semarang ialah salah satu wilayah di Indonesia yang sering terjadi bencana longsor. Salah satu faktor utama terjadinya longsor di wilayah Kota Semarang adalah bentuk topografi dan kemiringan lerengnya, dimana morfologi daerah Semarang merupakan dataran bergelombang dan perbukitan. Berdasarkan lingkungan fisik tersebut, parameter utama yang dilakukan dalam prosesing analisa spasial adalah curah hujan, kondisi geologi (jenis tanah), kemiringan lereng dan tutupan lahan. Berdasarkan 4 parameter yaitu curah hujan, keadaan geologi, kemiringan lereng, dan tutupan lahan maka pembobotan (scoring) dengan menggunakan panduan dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (2004) menghasilkan 2 klasifikasi daerah potensi longsor yaitu daerah kurang rawan longsor dan daerah rawan longsor.