Bangun Muljo Sukojo : ANALISIS TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN ALGORITMA JING LI, BUDIMAN DAN LEMIGAS PADA CITRA TERRA ASTER DI PERAIRAN SELAT MADURA

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS

Year

2014

Published in

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (ATPW)

External link

-

Type

Seminar Nasional

Keywords

Algoritma Citra ASTER Kekeruhan, Selat Madura


Abstract

Kualitas air laut dapat dilihat berdasarkan parameter temperatur, salinitas dan kekeruhan air laut. Kekeruhan disebabkan oleh adanya bahan organik dan anorganik yang tersuspensi dan terlarut (misalnya lumpur dan pasir halus), maupun bahan anorganik dan organik yang berupa plankton dan mikro organism lain. Kekeruhan yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya sistem osmoregulasi, misalnya, pernafasan dan daya lihat organism akuatik, serta dapat menghambat penetrasi cahaya kedalaman air. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian mengenai kondisi perairan di Selat Madura dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penginderaan jauh merupakan suatu cara pengamatan objek tanpa menyentuh objek secara langsung. Sistem ini dapat mencakup suatu areal yang luas dalam waktu bersamaan, selain itu sistem ini relatif lebih murah dibandingkan dengan penelitian secara langsung. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk memetakan luasan kekeruhan air secara cepat untuk wilayah yang luas, yaitu dengan data citra satelit Penginderaan jauh dapat digunakan untuk memetakan luasan kekeruhan air secara cepat untuk wilayah yang luas, yaitu dengan data citra satelit ASTER (Advance Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer). Kelebihan citra ASTER selain resolusinya yang tinggi yaitu 15x15 m juga dapat mendeteksi deskripsi sumber daya air, deskripsi tipe tanah dan kerapatan tanaman yang lebih baik. Pemilihan algoritma didasarkan pada lokasi dimana penelitian tersebut dilaksanakan dan band yang digunakan. Untuk algoritma Budiman dan Lemigas berlokasi di Indonesia, sedangkan algoritma Jing Li di Cina. Berdasarkan band yang digunakan, algoritma Budiman dan Jing Li menggunakan reflektan, sedangkan algoritma Lemigas menggunakan DN (Digital Number). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode grafimetri. Metode gravimetri atau analisis kuantitatif berdasarkan bobot adalah proses isolasi serta penimbangan suatu unsur atau senyawa tertentu dari unsur tersebut, dalam bentuk semurni mungkin. Metode ini digunakan karena karena pengotor dalam sampel dapat diketahui, mudah dilakukan, hasil analisisnya spesifik dan akurat, presisi, sensitif. Dari analisa perbandingan antara data lapangan dengan data citra menunjukan bahwa algoritma Budiman mempunyai korelasi yang paling tinggi yaitu korelasi sebesar 96.59 , 49.29 dan 82.52. Untuk nilai TSS yang dihasilkan dari penelitian dengan menggunakan algoritma Jing Li (2008) memberikan nilai korelasi sebesar 80.06 , 55.55 dan 81.98. Sedangkan Nilai TSS yang dihasilkan dari penelitian dengan menggunakan algoritma Lemigas (1997) memberikan nilai korelasi sebesar 67.75 , 35.64 dan 65.12