Nur Asiyah, Basuki Widodo, Farida Agustini Widjajati : Pembuatan Alat Perendam dan Pencuci Biji Kedelai untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Produk Tahu sebagai Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat

Dra. Nur Asiyah M.Si.
Prof. Dr. Basuki Widodo M.Sc.
Dra. Farida Agustini Widjajati M.S.

Year

2014

Published in

SEMINAR NASIONAL PASCASARJANA XIV

External link

-

Type

Seminar Nasional

Keywords

Alat Perendam Kedelai, Tahu, Higienes


Abstract

Salah satu usaha kecil yang potensial dikembangkan adalah pabrik pembuatan tahu. Tahu tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat kelas bawah dan menengah saja, tetapi juga kelas atas.Ini terlihat telah masuknya produk tahu di pasar swalayan. Selain itu, tahu termasuk jenis lauk yang bergizi tinggi dan rendah kolesterol. Peralatan yang digunakan produsen tahu umumnya masih sederhana. Hanya beberapa produsen yang telah menggunakan alat atau mesin yang cukup modern. Peralatan sederhana hanya membutuhkan modal yang sedikit, tetapi produksi yang dihasilkan relatif sedikit dan mutu produksinya relatif kurang bagus. Apabila industri pengolahan tahu mendapat sentuhan teknologi maka mutu dan cita rasanya semakin baik sehingga lebih menarik minat masyarakat. Kendala utama pengembangan industri terletak pada penguasan teknologi, ketrampilan, penanganan kualitas dan permodalan.Peralatan ini merupakan hasil penelitian mandiri yang telah kami diskusikan sebelumnya di laboratorium pemodelan dan simulasi sistem, jurusan Matematika ITS – bidang minat simulasi alat industri.Disamping itu tahu sebagai komoditas komersial tergolong produk yang tidak tahan disimpan lama. Prinsip kerja dari alat ini sebenarnya sama seperti peralatan yang digunakan pada pengolahan tahu secara tradisional. Namun, dalam peralatan ini digunakan terbuat dari bahan yang higienis.Sebagai tempat perendaman dan pencucian biji kedelai yang higienis dan kuat, alat ini berupa tangki logam yang terbuat dari stainless steel.Tangki ini dilengkapi dengan pipa pemasukan dan pembuangan air.Dengan demikian air perendaman dan pencucian dibiarkan terus mengalir agar biji kedelai tidak asam. Sehingga kualitas produk tahu meningkat demikian pula dengan kuantitasnya.