Bangun Muljo Sukojo : Pembangunan Sistem Informasi Transportasi Laut Untuk Analisa Strategi Transportasi Laut Guna Mendorong Jasa Industri Nasional Berbasiskan Pada WebGIS (Studi Kasus Wilayah Gerbangkertasusila Plus)

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS

Year

2012

Published in

Lokakarya Integrasi Data dan Informasi Geospasial Kelautan Nasional Guna Mendukung MP3EI

External link

-

Type

Seminar Nasional

Keywords

Sistem Informasi Geografis Transportasi Laut MP3EI WebGIS


Abstract

Gerbangkertasusila Plus merupakan suatu wilayah di Jawa Timur yang mempunyai angka pertumbuhan tercepat di Jawa Timur dan hal ini sempat terhambat adanya Lumpur Sidoarjo yang belum kunjung selesai. Salah satu kabupaten di Madura, Bangkalan, ditetapkan sebagai kawasan andalan nasional di Propinsi Jawa Timur. Bangkalan yang masuk dalam GERBANGKERTASUSILA PLUS (Kota Surabaya, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten’ Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten dan Kota Pasuruan) masuk ke dalam konsep Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) yang ditentukan dalam RTRW Jawa Timur. Keamanan wilayah yang tetap terjaga memberikan adanya peluang untuk memberikan menjadi wilayah ini dapat mempertahankan pertumbuhannya. Perkembangan infrastuktur yang telah tertinggal beberapa tahun dipercayai akan membantu menjadi akselerator pengembangan ekonomi. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh infrastruktur pada pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan panel data methods yang disajikan dengan Web GIS. Model-model permintaan transportasi harus ditujukan untuk bentuk spesial dari pasar transportasi laut. Pertama , transportasi laut menekankan banyak hubungan keputusan seperti moda, tujuan, karakter pengapalan, kepemilikan kendaraan, dan perumahan serta lokasi industri. Model-model harus merupakan bentuk efek ganda dari keputusna ini di atas dari yang lain dan untuk perbedaan time horizons. Kedua , transportasi laut terdiri dari sejumlah besar perbedaan layanan yang dibedakan oleh lokasi dan waktu. Pengertian spasial dan detail temporal dari pengambilan keputusan transportasi ini adalah esensi untukperencanaan fasilitas dan manajemen. Ketiga, bentuk dari travelers dan shipper adalah sangat sensitif untuk kualitas layanannya. Jadi model permintaan harus dikorporasikan dengan kualitas indikator-indikator, diantaranya waktu perjalanan, frekuensi layanan, dan rute layanan , sebagai contoh pertimbangan kesiapan, dimana yang lain adalah kenyamanan, keramaian, realitas( R.Meyer 1999,p.12) Sebenarnya listrik mempunyai pengaruh pertumbuhan ekonomi diikuti jalan dan air bersih. MP3EI dilaksanakan untuk mempercepat dan memperkuat pembangunan ekonomi sesuai dengan keunggulan dan potensi strategis wilayah masing-masing. Percepatan dan perluasan pembangunan dilakukan melalui pengembangan 8 program utama yang terdiri atas 22 kegiatan ekonomi utama. Strategi pelaksanaan MP3EI adalah dengan mengintregasikan 3 elemen utama, yaitu (1) mengembangkan potensi ekonomi wilayah di 6 Koridor Ekonomi (KE) Indonesia, yaitu KE Sumatera, KE Jawa, KE Kalimantan, KE Sulawesi, KE Bali–Nusa Tenggara, dan KE Papua–Kepulauan Maluku (2) memperkuat konektivitas nasional yang terintregasi secara lokal dan terhubung secara global (locally integrated, globally connected) (3) memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan iptek nasional untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor ekonomi. Sesuai yang dicanangkan, ketiga strategi utama itu dilihat dari perspektif penelitian perguruan tinggi sesuai dengan cabang keilmuan di perguruan tinggi, dan sumber daya alam (SDA) yang berada dalam setiap koridor terkait. Indonesia juga memiliki cadangan energi yang sangat besar seperti batu bara, panas bumi, gas alam, dan air yang sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung industri andalan seperti tekstil, perkapalan, peralatan transportasi, dan pangan. Presiden RI sudah menginstruksikan langsung kepada 3 pilar pelaku, yaitu kepada pemerintah dan pemerintah daerah, kepada pelaku bisnis, dan akademisi, yang menghasilkan invensi belum dapat disebut inovasi jika belum sampai ke pengguna. Dana telah dialokasikan kepada 3 pilar tersebut dan jika disinergikan tentunya akan dapat mencapai tujuan, yaitu percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang semakin pesat, kebutuhan informasi harus memenuhi persyaratan yakni relevan, tepat waktu, handal, dan mutakhir sehingga informasi tersebut bermanfaat secara optimal bagi pihak pengguna dalam proses pengambilan keputusan. Dalam hal ini produk-produk dari hasil pengolahan citra satelit sangat dibutuhkan, mulai dari lingkup sumber daya alam mineral sampai ke bidang sumber daya hayati termasuk perikanan. Sejalan dengan perkembangan teknologi penginderaan jauh (remote sensing), khususnya untuk bidang kelautan memberi peluang untuk mempelajari perubahan infrastruktur di lingkungan Gerbangkertasusila Plus, termasuk pada daerah yang sulit dijangkau melalui survai lapangan. Salah satu teknik untuk memetakan beberapa kawasan prasarana yaitu dengan bantuan satelit Penginderaan Jauh (Remote Sensing) yang didukung dengan pengukuran langsung di lapangan. Dalam hal ini produk-produk dari hasil pengolahan citra satelit sangat dibutuhkan untuk mengetahui secara fisik pertumbuhan transportasi wilayah yaitu terkait dengan perluasan secara horisontal maupun vertikal. Saat ini, kebutuhan informasi pertumbuhan transportasi wilayah kota secara horisontal untuk kepentingan pengelolaan lahan perkotaan sudah sangat mendesak, berkaitan dengan ketersediaan lahan perkotaan yang terbatas. Kota-kota besar di Indonesia, khususnya Kota Surabaya dan sekitarnya seperti Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertasusila) dan Pasuruan belum memiliki suatu model guna mengestimasi pertumbuhan transportasi wilayah yang dapat dijadikan dasar untuk perencanaan kota dengan presisi untuk membuat strategi moda transportasi yang dapat mendorong jasa industri terutama untuk keperluan MP3EI yang didasarkan atas metode SIG dan WebGIS. Dengan dilakukan pembuatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis pada WebGIS adalah dimaksudkan untuk mempermudah perencanaan dan pengambilan keputusan pengembangan transportasi wilayah terutama untuk potensi wilayah Indonesia bagian Timur dan dengan pembuatan prototipe sistem informasi geografis yang berbasis pada system WebGIS ini diharapkan dapat digunakan untuk semua wilayah Indonesia.